Negeri Akhirat Pondok Tahfidz
Pendaftaran

Pendaftaran Santri

Pendaftaran karantina tahfizh untuk santri putra. Prosesnya dimulai dari percakapan dengan pengurus dan biasanya selesai dalam beberapa hari.

Status gelombang Semua angka pada halaman ini masih acuan
Gelombang berjalanGelombang III · 2026
Dibuka — ditutup1 – 30 Juni 2026
Sisa tempat8 dari 30
Syarat pendaftaran

Syarat peserta

  • Santri putra
  • Usia 12–25 tahun (acuan)
  • Sehat jasmani dan mampu mengikuti kegiatan asrama
  • Sungguh-sungguh dan bersedia menaati aturan pondok

Berkas yang dibawa

  • Fotokopi identitas (KTP/KK/kartu pelajar)
  • Surat izin orang tua atau wali
  • Pas foto terbaru
  • Surat keterangan sehat dari puskesmas
Alur pendaftaran
01

Hubungi pengurus

Kirim pesan WhatsApp kepada Farid atau Hadi untuk menanyakan ketersediaan tempat.

02

Isi formulir & kirim berkas

Formulir dan daftar berkas dikirim pengurus lewat WhatsApp.

03

Wawancara & tes bacaan

Pengasuh memeriksa bacaan dan kesiapan calon santri.

04

Pengumuman & kedatangan

Hasil disampaikan pengurus beserta waktu kedatangan ke pondok.

Biaya
KomponenNominalKeterangan
PendaftaranRp 150.000Dibayar satu kali saat pendaftaran diterima
Biaya program karantinaRp 1.200.000Mencakup asrama dan makan selama periode
Perlengkapan santriRp 150.000Sebagian dapat dibawa sendiri dari rumah
Total acuan

Rp 1.500.000

untuk satu gelombang karantina (40 hari)

Nominal masih acuan dan belum final. Keringanan bagi keluarga yang tidak mampu dapat dibicarakan dengan pengurus.
Tanyakan biaya →
Tanya jawab

Pertanyaan yang sering sampai ke pengurus

Jika jawabannya belum ada di sini, kirim pesan — pengurus biasanya menjawab pada hari yang sama.

Tanya lewat WhatsApp →
Berapa usia minimal peserta karantina?

Sebagai acuan, peserta berusia 12–25 tahun. Silakan tanyakan lewat WhatsApp dengan menyebutkan usia calon santri.

Apakah pemula yang belum lancar membaca boleh ikut?

Boleh. Program ini terbuka untuk pemula; bacaan akan diperiksa dan diperbaiki lebih dulu sebelum menambah hafalan.

Apakah santri boleh dijenguk?

Boleh. Sebagai acuan, kunjungan wali santri dibuka setiap dua pekan pada hari Ahad agar tidak mengganggu jadwal hafalan.

Apa saja yang perlu dibawa santri?

Mushaf pribadi, perlengkapan shalat, pakaian secukupnya untuk satu pekan, dan perlengkapan mandi (acuan).

Bagaimana jika ingin mondok di tengah gelombang?

Kemungkinan bergabung di tengah periode bergantung ketersediaan tempat dan pertimbangan pengasuh. Hubungi pengurus untuk menanyakannya.

Apakah ada keringanan biaya?

Keluarga yang tidak mampu dapat menyampaikan kondisinya kepada pengurus untuk dipertimbangkan.

Kontak

Silakan hubungi kami

Dukuh Biru, Dusun Mluwo, Desa Gunungrejo,
Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur

Lihat lokasi di peta →

Farid — pengurus

0819 6080 888

Hadi — pengurus

0852 3401 0848